Naturalistik    Home Penelitian Positivistik Naturalistik Action Research Keilmiahan Link

 

 

PRINSIP DASAR MELAKSANAKAN PENELITIAN NATURALISTIK

(Oleh Gunawan)

 

A. Esensi Masalah Penelitian Naturalistik

Dalam bentuk pertanyaan rumusan masalahnya berbunyi "Karakteristik, kesan, pesan, dan atau nilai apa yang dikandung oleh sistem masyarakat atau komunitas amatan penelitian?".

 

B. Esensi Kerja Lapangan Peneliti Penelitian Naturalistik

Peneliti mengamati perilaku masyarakat dan benda‑benda yang ada kaitannya dengan peri­laku tersebut mengguna­kan semua alat bantu amatan yang dimi­likinya, misalnya seluruh perangkat inderanya, perekam audio, dan atau perekam video. Hasil amatannya dicatat secara cermat dalam arti bahwa nantinya dapat direkonstruksi kembali gambaran yang tepat dari isi yang dikandung oleh catatan itu. Untuk memperkuat (memperluas dan memper­dalam) pemahaman peneliti terhadap objek amatannya peneliti dapat melakukan wawancara atau mencari keterangan tambahan dari para informan ataupun dokumen‑dokumen yang ada.

 

C. Esensi Karakteristik Penelitian Naturalistik

Fungsi pokok penelitian kualitatif adalah membangun teori, sebagai kontras terhadap fungsi pokok penelitian kuantitatif yang adalah verifikasi teori. Untuk menghasilkan sebuah teori dituntut berlakunya ketentuan bahwa teori tersebut haruslah dibangun dari kenyataan atau fenomena yang ada di dunia nyata. Hal ini demikian adanya, karena hakikat keberadaan sebuah teori tidak lain adalah bentuk perumusan atau hasil abstraksi dari suatu kenya­taan.

 

Dalam hal membangun teori, penelitian kualitatif naturalistik menga­jukan konsep "grounded theory" yang intinya berisi pesan bahwa suatu teori haruslah dibangun dengan bertolak dari kenyataan yang ada di bumi (di tempat manusia secara nyata berada). Selanjutnya, untuk dapat menghasilkan teori melalui tindak penelitian, penelitian kualitatif meng­andalkan jenis analisis yang disebut analisis komparatif yang dikenakan secara berlanjut berkesinam­bungan terhadap kategori‑kategori data yang terus berkembang (menjadi makin banyak dan makin tajam) selama proses penelitian dilaksana­kan.

 

D. Runtut Kerja Pokok Penelitian Naturalistik

1. Menyiapkan suatu lingkup masalah yang hendak diamati secara longgar (sebagai lawan dari ketat).

2. Menentukan latar amatan.

3. Terjun ke lapangan mencari data dan mencatatnya secara deskriptif dan reflektif.

4. Hasil pencatatan deskriptif dan reflektif digunakan untuk mensintesa­kan data dalam kategori‑kategori yang menonjol menggunakan analisis komparatif.

5. Hasil pengkategorian akan memberikan pilihan terhadap fokus amatan.

6. Terjun ke lapangan lagi berbekal fokus untuk mencari data baru.

7. Data baru digunakan untuk makin mempertajam, menggeser, atau mengubah fokus dan untuk mempertajam amatannya sendiri berdasar fokus yang sudah menjadi makin tajam.

8. Memutar kembali perbuatan kegiatan 6 dan 7 secara berulang‑ulang sehingga dicapai keadaan data jenuh (tambahan data dari lapangan sudah tidak dapat lagi mempertajam analisis dan memperkokoh kategori yang ada karena tambahan data tersebut sudah bersifat pengulangan yang sama dan tetap).

9. Memilih sejumlah kategori yang menonjol atau kokoh (yang memiliki data anggota yang cukup banyak) sebagai calon teori substansial yang dihasilkan oleh penelitian yang dilaksanakan.

10. Merumuskan teori substansial dengan cara menarik kesimpulan dari kategori‑kategori yang terpilih.

11. Melakukan pengabsahan kesimpulan atau teori melalui penilaian pihak responden dan atau melalui triangulasi.

 

KEPUSTAKAAN

Bogdan, J. Robert C. and Biklen, Sari Knopp, 1982. Qualitative Research for Education. Allyn and Bacon, Inc., Boston, USA.

Glaser, Barney G. and Strauss, Anselm L., 1980. The Discovery of Grounded Theory. Aldine Publishing Company, New York.

Lincoln, Yvonna S. and Guba, Egon G., 1985. Naturalistik Inquiry. Sage Publi­cation, Beverly Hills, California, USA.

Williams, David, 1989, alih bahasa oleh Lexi J. Moleong. Penelitian Naturalis­tik. Fakultas Pasca Sarjana IKIP Jakarta.